Paijo04’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Mar
19

Tanya

Saya mau minta saran dari Ibu-ibu bagaimana caranya memperkenalkan/mengajarkan alfabet pada anak usia 3 tahun? Apakah harus dikenalkan satu-satu dari A-Z dulu baru kemudian mulai dengan dua huruf (seperti BA, BI), atau justru sebaliknya mulai dari huruf vokal dulu lalu mulai dengan BA, kemudian CA, CI, dan seterusnya? Dan berapa lama satu huruf itu diperkenalkan? Seminggu satu huruf atau lebih? Kalau bisa saya ingin belajar dari pengalaman para ibu yang lain. Terimakasih sebelumnya. [DV]

Jawab

Pengalaman dari anak pertama: Setiap kali mau tidur dibacakan cerita dari satu buku. Di belakang buku tersebut ada abjadnya. Setiap selesai baca cerita, lihat ke halaman belakang buku, sambil bernyanyi a b c d e f g dan seterusnya, sambil jarinya menunjuk ke abjadnya. Kalau untuk membaca, rangkai kata saja: bi-bi ba-ba bo-bo ta-ta, dan seterusnya. Sambil diseling-seling dengan kata-kata utuh seperti ru-mah, ti-dur, ma-kan, a-yah, i-bu. Kata-kata itu ditulis besar-besar. Mengajarnya sambil bermain kalau si anak sedang pegang mobil, dialihkan sebentar ke kertas untuk tulis mo-bil dan di bawahnya digambar mobil, jadi anaknya senang. Setiap anak berbeda karena ketika cara diatas diterapkan anak kedua tidak manjur karena lebih mengenal warna dulu, senang mewarnai dan tahu angka daripada abjad. [RR]

Pengalaman anak saya di Montessori School yang mengajarkan pengenalan huruf adalah dari bunyinya. Jadi kalau A dibacanya ah…ah…ah. Jadi kalau dinyanyikan kurang lebih begini ah…ah…ah.. ah for apple, beh….beh….beh….beh for bee, ceh….ceh….ceh….for candy, dan seterusnya. Atau lewat lagu A, B, C, D, E, F, G (yang dilagukan seperti twinkle-twinkle little star). Menurut pengalaman dengan belajar lewat pengenalan bunyi akan lebih cepat ditangkap daripada dikenalkan huruf A, B, C. Kemudian dari bukunya Peggy Kaye (Games for Learning) bisa juga diajarkan huruf-huruf lewat permainan. Kalau anak sudah cukup mengenal huruf-huruf, dicoba dengan cara kita tuliskan huruf-huruf tersebut besar-besar di kertas (satu kertas satu huruf) kemudian kita minta anak kita untuk menaruh huruf tersebut di benda yang ada di rumah kita. Kegiatan ini menyenangkan sekali sehingga anak tidak terasa sedang belajar huruf. Ada satu cara lagi dari buku Montessori mengenai Read and Write:

huruf-huruf juga bisa dipelajari dengan cara:

1. Menggunakan Sand Paper Letter. Kertasnya agak kasar, atau bisa juga digunakan kertas amplas yang agak halus kemudian dibentuk huruf-huruf. Setelah itu anak diminta untuk mengikuti huruf tersebut dengan jarinya.

2. Setelah beberapa kali, barulah anak diminta menuliskan huruf di kertas yang besar.

3. Atau dengan Finger Painting menggunakan cat air. Jadi huruf-huruf ditulis menggunakan jari di kertas.

Cara ini tidak terbatas untuk mulai huruf vokal atau konsonan terlebih dahulu. [AS]

Bila menggunakan metode Kinderland (Inggris), harus hafal Alphabet Terlebih dahulu baru kemudian kata per 3-huruf seperti: bad, cat, dog.
Cara membacanya memakai metode phonic. Ini berbeda sekali dengan cara mengeja bahasa Indonesia.

- Cara mengeja bahasa Indonesia: be-a=ba, be-u=bu, semua dieja dari depan.
- Cara mengeja bahasa Inggris: apple apple, aeh aeh aeh c-a-t dibaca keh-e-the, diejanya dari belakang eh-teh at, lanjutkan dengan keh-at jadi cat [MY]

Dari seminar tentang mengajar balita membaca, kita harus mengajarkan Balita membaca perkata, bukan per huruf atau per ejaan, seperti ba, bi, bu. Contohnya 1 kata dibuat di kertas karton dengan ukuran sedang, lalu kata ditulis cetak huruf kecil warna hitam, dan setiap hari karton itu ditunjukkan ke anak. Setiap satu hari dibacakan sekitar 5 kata minimal 3x sehari, pagi, siang sore. Anakku tidak cocok dengan cara belajar ini. Anakku lebih cocok memakai VCD lagu anak-anak. VCD ini ditonton sambil bernyanyi, a,b,c,d,e sampai z. Huruf-huruf di VCD tersebut ditunjuk. Kemudian setelah beberapa lama, huruf-huruf tersebut ditanyakan pada si anak. Setelah si anak hafal alphabet, baru kemudian diajarkan ba, bi, bu… dll. Setelah bisa ba, bi, bu, dll. kata-kata tadi digabung menjadi kalimat yang mudah misal bobo, baso, bola, mami, mama, dan lain-lain. [NSM]

Alphabet mulai diperkenalkan sejak usia sekitar 2 tahun tahun dengan memakai board book yang besar dan gambarnya menyolok. Dari metode belajar disekolah, anak saya mengalami kemajuan yang pesat. Metode mengajar membacanya memakai metode mengeja Be-a=Ba, be-i=Bi, dan seterusnya. [VT]

Bisa dicoba dengan flash card yang terdapat gambar dibalik kartunya. Dengan menggunakan flash card, diajarkan langsung kata per kata. Bisa juga diteruskan dengan melengkapi kata seperti:

GAMBAR MEJA — ME __, kemudian si anak meneruskan dengan huruf yang hilang. Sebagai tambahan, walaupun menggunakan model kata per kata, huruf ABC. Juga harus diperkenalkan. Pengalaman dari anak pertama saya, huruf ABCD dipasang di dinding. Setiap kali masuk kamar, huruf-huruf tersebut dinyanyikan. Kemudian si anak mencocokkan gambar (misalnya dari kartun Monica) dengan kata-katanya sampai akhirnya bisa membaca. [DST]

Anak saya diperkenalkan dengan Alphabet melalui komputer. Alphabet yang dikenalkan adalah kata-kata yang sering didengar anak seperti Mama, Ayah, Meja, dan sebagainya. [NMY]

Alphabet diperkenalkan melalui bermain. Bisa juga menggunakan Alphabet bermagnit untuk ditempel di depan kulkas, atau dengan buku bacaan dan koran. Untuk waktunya bisa satu hari 1-2 huruf kemudian diulang kembali. [YA]

Perkenalan anak dengan Alphabet dimulai sejak usia kurang dari 2 tahun. Pertama dengan memasang huruf-huruf A-Z di dinding sambil diperkenalkan Ke anak. Kemudian di sekolah, anak diajarkan mengeja kata: ba bi bu, dan seterusnya. Saya juga menggunakan Dot Card (kartu Alphabet dengan tampilan depan bergambar, halaman belakang bertuliskan kata dari gambar tersebut. Misal: gambar Buku, tulisan BUKU). Gambar pada kartu tersebut diperlihatkan ke anak sambil diucapkan namanya, kemudian kartunya dibalik untuk diperlihatkan katanya sambil diucapkan kembali nama bendanya. Hari pertama 10 gambar, hari berikutnya 10 gambar yang sama, hari ketiga 10 gambar yang lama ditambah 10 gambar baru, terus sampai 50 kartu itu habis. Dengan cara tersebut, anak saya mulai hafal huruf bahkan untuk kata-kata yang sulit seperti kangguru, serbet, taplak, bingkai, sabtu, tangggal, dan sebagainya. Kemudian bisa juga dicoba untuk meminta anak membaca tulisan-tulisan besar yang ada di jalan. Kegiatan ini juga menyenangkan untuk anak. [AMH]

Alphabet diperkenalkan sejak anak mulai berdiri (usia kurang dari 1 tahun) dengan cara menempelkan poster huruf di dinding. Pada usia 1 tahun anak mulai diajak bermain ‘game’ di komputer. Dengan menggunakan power point, dibuatkan flash card. Si anak akan mencocokkan huruf yang ada di layer dengan huruf-huruf di keyboard. Cara lainnya dengan bermain ‘pura-pura’. Misalnya si anak diajak main masak-memasak. Si anak diminta mengambil ‘kol’ dari huruf K. Untuk membaca diajarkan baca dari vowel (ba, bi, bu) sebelum tidur setelah selesai membacakan cerita, diperlihatkan hasil print out vowel tersebut. Disamping itu dipasang juga poster vowel tersebut. Untuk memudahkan anak untuk menghapal, membacanya memakai nada lagu ‘twinkle-twinkle little star’. Setelah anaknya hafal, dibuatkan permainan seperti kata babi, ditunjuk kata ba dan bi. [RN]

Alphabet diperkenalkan sejak anak usia kurang lebih 1 tahun dengan cara menempelkan poster alphabet di sekeliling dinding di ruang keluarga. Kemudian huruf-huruf tersebut diulang-ulang setiap kali ada di ruangan itu. Pada usia 2 tahun anak sudah hafal A-Z dengan cara tersebut. Kunci dari pengenalan alphabet adalah dengan pengulangan dan kebiasaan. Kemudian dibiasakan membaca (setiap ada waktu luang), dan setelah anak sudah bisa membaca sendiri, kita ajak membaca bergantian. [NV]

Pengenalan huruf dari VCD Teletubbies. Belajar membaca dengan metode phonic lebih mudah daripada mengeja. [DM]

Alphabet diperkenalkan sejak usia 2 tahun dengan cara memasang poster alphabet di dinding kamar. Cara menggabungkan huruf menjadi kata dengan mengajak anak bercerita sebelum tidur. Contohnya: bercerita pergi berbelanja membeli s-a=sa, p-u=pu, anak ditanya belanja membeli apa? [RN]

Alphabet dan warna diajarkan sejak anak usia kurang dari 2 tahun dengan cara menempel Wall Chart Alphabet di dinding. Setiap kali, huruf-huruf itu dibaca berulang-ulang seperti A-Apple, B-Baju, dan seterusnya. Selain itu, dengan memakai karpet dari karet yang huruf-hurufnya bisa dilepas, anak diajak bermain. Misalnya, “Ini huruf P. Kita carikan rumahnya P” Kemudian si anak akan mulai mencari-cari tempatnya yang sesuai dengan huruf P, dan seterusnya. Atau bisa dengan cara lain seperti “Adik memakai t-o-p-i” Kemudian dia akan jawab `topi’. “Ayah memakai d-a-s-i”. Dia jawab dasi, dan seterusnya. [RTY]

Alphabet dikenalkan sejak usia 1.5 tahun. Pertama dengan cara memutar VCD Teletubbies dan Barney tentang pengenalan huruf. Alphabet juga dipasang di dinding rumah. Sambil bermain anak diberi tebakan huruf. Setelah usia 2 tahun, diberikan puzzle untuk huruf dan angka. Caranya sambil bermain jual-jualan dan tebak-tebakan. Contohnya: “ibu mau membeli huruf “P” kemudian si anak memberikan huruf P. Atau, “benda apa yg huruf depannya “A”? Kemudian si anak menjawab `apel’. Kalau jawabannya benar, dia harus mencari huruf tersebut di karpet puzzle. Setelah hafal semua alphabet tanpa keliru pada usia 2 tahun, baru kemudian diajari membaca dengan langsung pengenalan per satu suku kata. Di dinding juga dipasang poster per kata (ba, bi, ku…) yang digunting per kata. Kemudian kata-kata tersebut dibuat main tebak-tebakan kartu. Misalnya susun kata i-bu, maka dia akan mencari huruf I dan kata BU. Setiap mau tidur dibiasakan membacakan buku. Karena sekarang sudah pintar membaca, anak diminta membaca. Atau dibuat main tebak-tebakan mengeja. Contoh: “Kita pergi ke mal, hurufnya apa saja?” Pengenalan huruf pada anak jangan dipaksa, dibuat senyaman dan semudah mungkin, dan diajarkan sambil bermain supaya anak tidak bosan. Kalau bisa ajarkan pengenalan huruf dulu sampai hafal betul baru per suku kata supaya tidak bingung. [RA]

Di rumah dipajang poster-poster alphabet. Kemudian saat sedang membaca buku, anak dipangku dan dihadapkan ke buku. Lalu kata-kata dibuku tersebut ditunjuk sambil dibacakan kata-kata. Kalau sudah bosan, anak jangan dipaksa. [AN]

mi kunjungi juga situs ini : http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=27

Feb
13

muslimah.jpg

Orang alim ini dilahirkan pada tahun 107 H pada pertengahan bulan Syawwal, dan ajal menjemputnya pada hari Sabtu, 1 Rajab 198 H. Nasab lengkapnya, Sufyan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imran al Kufi. Dia dikenal dengan panggilan Abu Muhammad.

Ayahnya seorang pegawai pada masa Khalid bin Abdillah Al Qasri. Tatkala Khalid diberhentikan dari jabatan Gubernur Iraq dan digantikan oleh Yusuf bin Umar ats Tsaqafi, pejabat baru ini mencari-cari para staff pada masa pemerintahan Khalid, sehingga mereka berlarian untuk menyembunguikan diri. ‘Uyainah, Ayah Sufyan kecil, melarikan diri sampai ke kota Mekkah dan akhirnya memutuskan berdomisili disana.

Ketika ia menapak usia lima belas tahun, ayahku memanggil, seraya berpesan : “Wahai Sufyan! Masa kanak-kanak sudah lepas darimu, maka kejarlah kebaikan, supaya engkau termasuk orang-orang yang mengejarnya. Jangan tertipu dengan pujian orang-orang yang menyanjungmu dengan pujian yang Allah mengetahui, bahwa keadaanmu berlawanan dengan itu. Sebab, tidak ada orang yang berkata baik kepada orang lain tatkala ia sedang senang, kecuali ia akan berkata kejelekan kepadanya serupa ketika ia sedang dilanda amarah. Nikmati kesendirian daripada bergaul dengan kawan-kawan yang buruk. Jangan engkau alihkan prsangka baikku kepadamu kepada prasangka lain. Dan tidak akan ada orang yang berbahagia bersama dengan ulama, kecuali orang-orang yang mentaati mereka”.

Mendengar nasihat ayahnya ini Sufyan berkata dalam hati : ”Sejak itu, aku menjadikan pesan Ayah sebagai arah kompasku, berjalan bersamanya, tidak menyimpang darinya”.

Begitulah yang ia jalani. Sejak usia dini, ulama besar ini telah menyibukkan diri pada pendalaman ilmu din. Tepatnya pada tahun 119 H.

Ibnu ’Uyainah mengisahkan tentang dirinya : ”Aku keluar menuju masjid, dan aku melihat-lihat halaqah-halaqah (majlis ilmu) yang ada. Bila aku lihat ada kumpulan ulama dan orang-orang tua, maka aku menghampirinya”.

Dia menceritakan: ”Aku duduk di majlis ilmu Ibnu Syihab dalam usia enam belas tahun tiga bulan”.

Salah satu yang menunjukkan keberuntungannya, sebanyak delapan puluh ulama besar dari kalangan tabi’in sempat ia jumpai. Misalnya, ’Amr bin Dinas, az Zuhri, Muhammad bin al Munkadir, al A’masy, Sulaiman at Taimi, Humaid ath Thawil.

Tentang kekuatan hafalannya, ia berkata, ”Aku tidak pernah menulis sesuatu, kecuali sudah aku hafal sebelum aku menuliskannya.”

Tak pelak, berkat pergaulannya dengan ulama-ulama besar, telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang teguh, luas ilmunya dan mendalam. Ia menjadi nara sumber dalam berbagai permasalahan dan tempat curahan isi hati.

Yahya bin Yahya an Naisaburi menceritakan: ”Suatu hari, ada seorang lelaki mendatangi Sufyan dengan berkata : ’Wahai , Aba Muhammad (yang dimaksud adalah Sufyan). Aku ingin mengadukan kepadamu tentang keadaan istriku. Aku menjadi lelaki yang paling hina dan rendah dimatanya”.

Maka Sufyan menggeleng-gelengkan kepala heran, dan kemudian berujar : ”Mungkin, keadaan itu muncul karena engkau menikahainya untuk meraih kehormatan?”

Lelaki itu pun mengakuinya: ”Ya, betul wahai Aba Muhammad”.

Sufyan lalu berpesan: ”Barang siapa pergi karena mencari kehormatan, niscaya akan diuji dengan kehinaan. Barangsiapa mengerjakan sesuatu lantaran dorongan harta, niscaya akan diuji dengan kefakiran. Barang siapa bergerak karena dorongan din, niscaya Allah akan menghimpun kehormatan dan harta bersama dinnya”.

Berikutnya, Sufyan mulai berkisah :

”Kami adalah empat bersaudara, Muhammad, Imran, Ibrahim, dan aku sendiri. Muhammad adalah kakak sulung., Imran anak bungsu. Sedangkan aku berada di tengah-tengah. Tatkala Muhammad ingin menikah, ia menginginkan kemuliaan nasab. Maka ia menikahi wanita yang lebih tinggi status sosialnya. Kemudian Allah mengujinya dengan kehinaan.

Sedangkan Imran, (saat menikah) ingin mendapatkan harta. Maka ia menikahi wanita yang lebih kaya dari dirinya. Allah kemudian mengujinya dengan kemiskinan. Keluarga wanita mengambil seluruh yang dimilikinya, tidak menyisakan sedikitpun.
Aku pun merenungkan nasib keduanya. Sampai akhirnya Ma’mar bin Rasyid datang menghampiriku. Aku pun berdiskusi dengannya. Aku ceritakan kepadanya peristiwa yang menimpa para saudaraku. Ia mengingatkanku dengan hadits Yahya bin Ja’daj dan hadits ’Aisyah.

Hadits Yahya bin Ja’dah yang dimaksud, yaitu sabda Nabi Shollallahu ’alayhi wa sallam:

”Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, status sosialnya, kecantikannya dan dinnya. Carilah waniya yang beragama, niscaya tanganmu akan beruntung”.

Sedangkan hadits ’Aisyah, Nabi Shollallahu ’alayhi wa Sallam bersabda :

Wanita yang paling besar berkahnya adalah waniya yang paling ringan beban pembiayaannya”

Maka, aku memutuskan untuk memilih bagi diriku (wanita yang) memiliki din dan beban yang ringan untuk mengikuti Sunnah Rasulullah Shollallahu ’alayhi wa sallam. Allah menghimpunkan bagiku kehormatan dan limpahan harta dengan sebab agamanya”.

Itulah salah satu hikmah yang muncul dari lisannya. Tidak sedikit untaian hikmah dari Sufyan yang mencerminkan kedekatannya dengan Al Khaliq, Allah Subhaanahu wa Ta’Ala.

Sufyan bin ’Uyainah pernah ditanya tentang hakikat wara’, Dia pun menjelaskan, wara’ adalah keinginan untuk mendalami ilmu din yang menjadi sarana untuk mengenal seluk-beluk wara’. Sebagian orang menganggap sikap wara’ tercermin pada sikap diam dalam waktu yang lama dan sedikit bicara, padahal tidak demikian. Menurut kami, sesungguhnya orang yang berbicara lagi alim, itu lebih afdhal dan lebih wara’ dibandingkan lelaki yang jahil lagi diam.

Sufyan bin ’Uyainah juga memiliki hikmah yang menunjukkan kedalaman ilmunya. Dia menyatakan, permisalan ilmu adalah bagaikan negeri kufur atas negeri Islam. Apabila penganut Islam meninggalkan jihad, niscaya orang-orang kafir akan datang dan mengambil Islam. Jika orang-orang meninggalkan ilmu, maka mereka menjadi manusia-manusia bodoh.

Tentang pentingnya menyampaikan ilmu yang sudah diketahui, dia berkata : ”Tidaklah disebut (sebagai) alim orang yang mengetahui kebenaran dan kejelekan. Tetapi, orang alim sejati ialah orang yang mengetahui kebaikan dan mengikutinya, serta mengetahui kejelekan dan menjauhinya”.

Semoga Allah menganugerahinya dengan rahmat yang luas dan menempatkannya di surga-Nya yang tertinggi.

Feb
12

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seorang kawan yang sudah hampir dua tahun tidak pernah bersua. Dia seorang bapak dua anak. Penampilannya sekarang lebih rapi, dengan jenggot pendek di dagunya dan jidatnya yang kini menghitam, walau samar.

Dia bercerita jika sekarang telah menjadi manusia bebas. Saya heran, “Lho, bukannya sedari dulu Antum sudah bebas?” Dengan tersenyum dia menggeleng. “Dahulu, saya masih menuhankan yang lain selain Allah SWT. Dahulu saya masih tergantung kepada banyak hal selain Allah SWT. Padahal dalam Islam bergantung hanya kepada Allah SWT itu sudah cukup, tidak lagi memerlukan apa-apa selain Dia…”

Saya kembali bertanya dan paparannya membuka mata hati saya akan hal-hal yang sesungguhnya sangat sederhana. Sahabat saya yang sudah mengkaji Islam secara intensif dengan kawan-kawan pengajiannya sejak awal 1980-an ini bercerita banyak hal.

Akhi, ” katanya. “Alhamdulillah, Allah telah memberikan saya keinginan yang kuat untuk mempelajari agama ini. Kita tentu sudah sama-sama paham tentang dasar-dasar keimanan seorang Muslim, bahkan cabang-cabang keimanan dan juga pengetahuan tentang hal-hal lain terkait keIslaman, kita juga sudah mengerti.” Saya mengangguk.

“Dan orang-orang seperti kita tentunya sangat mendukung dakwah Islam.” Saya kembali mengangguk, dia melanjutkan, “Namun tentunya dakwah Islam yang benar, yang berdasar pemahaman Islam yang lurus, bukan label atau bungkus belaka. Kita tentu harus mendukung dakwah Islam yang benar, bahkan hukumnya fardhu ain. Namun ketika dakwah itu sudah tidak benar, sudah melenceng dari nilai-nilai Islam, dari pondasi Islam, maka tentu kita pun wajib meninggalkannya. Kita cinta dan benci karena Allah SWT, bukan karena hal-hal yang lain.”

Saya terus mendengarkan. “Salah satu syarat mutlak dalam dakwah Islam adalah benar sedari awal, yaitu niat yang benar dan lurus, usaha yang benar, upaya yang benar, dan hasilnya pun akan benar pula. Semua bentuk dakwah Islam harus demikian, termasuk dalam tataran dakwah kenegaraan.”

“Yang terakhir ini bisa saya umpamakan dengan toko saya, ” ujarnya. Saya tahu sahabat saya ini punya usaha toko di Jakarta. “Saya membangun toko dengan niat yang lurus dan juga bersumber dari uang yang bersih dan halal. Tidak ada sedikit pun dana membangun toko saya ini yang bersumber dari dana yang tidak jelas. Sedikit demi sedikit saya terus mengembangkan toko dan juga strategi marketing saya. Tentunya dengan tetap menjaganya dari nilai-nilai keIslaman.”

Alhamdulillah, toko saya berkembang. Makin banyak pelanggan. Ketika toko saya sudah banyak pelanggan dan ramai, makin banyak salesman yang menawarkan barang-barangnya. Makin banyak pula orang yang ingin bermitra ikut menginvestasikan uangnya ke dalam usaha saya. Dalam bahasa lain ber-musyarokah. Sebagai manusia biasa saya tentu ingin sekali toko saya besar. Namun karena niat saya membuka toko demi dakwah Islam, maka saya tentunya harus selektif memilih barang dagangan dan mitra berbisnis saya. Saya tidak mau ada produk-produk haram seperti rokok dan bir di dalam toko saya. Saya juga tidak mau bermitra dengan orang-orang yang tidak jelas yang tentunya punya dana yang juga tidak jelas. Walau saya pribadi ingin usaha saya ini besar, berkembang pesat, dan omzetnya mencapai miliaran bahkan triliunan, namun dalam kacamata Islam itu semua bukan perimeter sebuah keberhasilan. Karena dalam Islam, yang penting adalah ikhtiar kita menjaga Islam itu sendiri, sedangkan hasil merupakan pemberian Allah SWT.”

Saya merasa butuh penjelasan lebih lanjut darinya, “Mengapa dakwah dalam tataran negara diibaratkan dengan mengelola toko?”

Sahabat saya tersenyum, “Ya sama saja. Dakwah dalam tataran yang lebih luas sama saja dengan mengelola dakwah dalam tataran yang mini ibaratnya toko. Kecil atau besar, tetap saja kita wajib memegang nilai-nilai dasar Islam. Kita tidak boleh sedikit pun bertoleransi terhadap kebathilan, walau itu dengan dalih demi perluasan dakwah. Dakwah yang benar tidak akan berhasil jika dibiayai oleh sumber dana yang tidak jelas, syubhat, apalagi dana haram. Dakwah yang benar tidak akan pernah bisa berhasil jika kita bermitra dengan para penyembah thaghut, terlebih posisi kita dalam bermitra itu lemah sedangkan posisi para penyembah thaghut itu kuat. Dakwah kita tidak akan berhasil jika melalui cara-cara yang tidak Islami seperti menggelar dangdutan, organ tunggal, dan sebagainya.”

Sahabat saya melanjutkan, “Dakwah Islam yang bersih dan suci tidak bisa sedikitpun dicampur dengan hal-hal yang kotor seperti itu. Adalah terlalu murah harganya jika dakwah Islam harus berkompromi dengan hal-hal seperti itu. Rasulullah tidak pernah mengajarkan demikian. Dalam Perang Badar, tatkala menghadapi musuh yang sangat besar, Rasulullah tidak pernah menawarkan gencatan senjata, apalagi bertoleransi sedikit pun dalam beragama. Padahal saat itu bisa saja Rasulullah menawarkan sesuatu agar tidak terjadi peperangan yang sangat tidak imbang tersebut yang dalam nalar manusia biasa pasti umat Islam akan kalah. Tapi itu tidak. Rasulullah malah pergi ke dalam tenda dan berdoa kepada Allah agar memenangkan kaum Muslimin. Dan akhirnya pertolongan Allah itu datang dan berhasil memenangkan kaum Muslimin dengan menurunkan ribuan pasukan malaikat-Nya.”

Saya tersenyum lagi. “Jika demikian, di dalam tataran politik yang sangat kompleks dan kotor seperti sekarang ini, mungkinkah cara-cara seperti yang Antum paparkan tadi bisa menuai keberhasilan?”

Kini sahabat saya yang tersenyum, “Dalam Islam, manusia itu hanya diperintahkan untuk berikhtiar, untuk berusaha dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ini tidak bisa ditolerir. Sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT. Islam tidak menghendaki kita menjadi penguasa jika harus melalui cara-cara di luar Islam atau apalagi harus berkompromi dengan para penyembah thaghut.”

Saya bertanya lagi, “Jika demikian, untuk pemilu mendatang, Antum memilih siapa?” Sahabat saya kembali tersenyum. “Jika ada yang benar-benar berjuang untuk Islam, jiika ada yang benar-benar ingin menghidupi Islam, bukan memanfaatkan Islam untuk bertahan hidup, maka saya akan pilih itu. Partai saya sekarang Partai Allah, Hizbullah…Jika ada saya pilih, namun jika tidak ada, saya sudah memiliki Islam. Bagi saya Islam sudah sangat cukup.”

Feb
12

BPPT: Lebih Besar dari Milik Arab Saudi
JAKARTA – Bencana dahsyat tsunami di Aceh 26 Desember 2004 memunculkan berkah tak terduga empat tahun kemudian. Berawal dari studi pascagempa tsunami di perairan barat Sumatera, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kemarin (11/2) memublikasikan temuan blok dengan potensi kandungan migas raksasa.

Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surahman mengatakan, Survei BPPT bersama Bundesanspalp fur Geowissnschaften und Rohftoffe (BGR Jerman) itu menemukan kawasan perairan yang di dalam buminya diperkirakan terkandung migas 107,5 hingga 320,79 miliar barel. Lapangan migas tersebut terletak di daerah cekungan busur muka atau fore arc basin perairan timur laut Pulau Simeuleu, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). “Kandungan migas itu luar biasa besar,” ujar Yusuf di Kantor BPPT Jakarta kemarin (11/2).

Sebagai perbandingan untuk menunjukkan besarnya kandungan migas di Aceh tersebut, Yusuf menyebutkan, saat ini cadangan terbukti di Arab Saudi mencapai 264,21 miliar barel atau hanya 80 persen dari kandungan migas di Aceh. Sementara itu, cadangan Lapangan Banyu Urip di Cepu diperkirakan hanya 450 juta barel. Lapangan migas dapat dikategorikan raksasa atau giant field jika cadangan terhitungnya lebih dari 500 juta barel.

Menurut Yusuf, angka potensi tersebut didapat dari hitungan porositas 30 persen. Artinya, diasumsikan hanya 30 persen dari volume cekungan batuan itu yang mengandung migas. Meski demikian, lanjut dia, belum tentu seluruh cekungan tersebut diisi hidrokarbon yang merupakan unsur pembentuk minyak. “Karena itu, penemuan ini perlu kajian lebih lanjut,” katanya.

Dia menyatakan, meski belum diketahui secara pasti, salah satu indikasi awal keberadaan migas di cekungan tersebut dapat dilihat dari adanya carbonate build ups sebagai reservoir atau penampung minyak serta bright spot yang merupakan indikasi adanya gas.

Sejauh ini, lanjut Yusuf, Tim BPPT optimistis perairan timur laut Pulau Simeuleu mengandung migas skala raksasa. Sebab, beberapa daerah yang memiliki karakteristik sama sudah terbukti mengandung migas. Di antaranya, di wilayah Myanmar, Andaman, serta California, AS.

Meski demikian, BPPT akan tetap membuat perhitungan realistis. Menurut Yusuf, jika porositas diperkecil menjadi 15 persen, artinya diasumsikan hanya 15 persen dari volume cekungan yang mengandung migas, angka minimal cadangannya masih 53,7 miliar barel. “Tetap saja angka itu masih sangat besar,” terangnya.

Penemuan BPPT tersebut mendapat tanggapan positif dari ahli geologi perminyakan Andang Bachtiar yang kemarin juga hadir di Kantor BPPT. Chairman PT Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) itu mengatakan, wilayah perairan Indonesia memang memiliki banyak cekungan atau basin yang berpotensi mengandung migas. “Banyak di antaranya yang belum teridentifikasi,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 66 cekungan plus 6 cekungan fore arc basin yang teridentifikasi berisi minyak. Pada 2003, lanjut dia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) berhasil mengidentifikasi hipotesis cadangan gas sebesar 26,7 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar di beberapa wilayah. “Kebanyakan memang berada di sebelah barat Sumatera,” terangnya.

Terkait dengan penemuan BPPT itu, Andang menyatakan masih perlu kajian lebih lanjut untuk bisa mendekati hitungan berapa besar cadangan terbuktinya. Menurut dia, lokasi studi seismik 2D yang dilakukan BPPT dengan interval jarak 60 km masih terlalu longgar. “Harus lebih rapat lagi, paling tidak intervalnya 20 km,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, BPPT harus segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut. Sebab, untuk mengkaji lebih teliti, dibutuhkan dana cukup besar.

Dia menyebut, untuk proses studi seismik 2D yang lebih rapat, dibutuhkan dana sekitar USD 7 juta. Kemudian, untuk mengetahui angka cadangan migas, perlu dilakukan minimal 14 pengeboran sumur di 14 titik cekungan. Biaya pengeboran satu sumur, lanjut alumnus Colorado School of Mines, AS, itu, sekitar USD 30 juta. Dengan demikian, minimal dibutuhkan dana USD 427 juta. “Itu baru untuk studi eksplorasi. Untuk pengembangan lapangan, jumlahnya jauh lebih besar,” jelasnya.

Andang menambahkan, yang saat ini harus segera dilakukan BPPT dan pemerintah adalah koordinasi. Menurut dia, meskipun lapangan migas tersebut paling cepat baru dapat dikembangkan dalam waktu tujuh tahun ke depan, pemerintah harus bergerak cepat. “Jangan sampai potensi ini salah urus,” tegasnya.

Dia mengatakan, karakter lapangan yang berada di laut dalam (kedalaman lebih dari 200 meter) jelas membutuhkan dana besar dan teknologi tinggi yang belum tentu dimiliki Pertamina selaku perusahaan nasional. Meski demikian, lanjut dia, jangan sampai tersebarnya informasi potensi tersebut justru dimanfaatkan pihak-pihak yang punya modal besar dan teknologi, yakni perusahaan asing. “Intinya, pemerintah harus berusaha agar potensi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan bangsa,” jelasnya.

Terkait dengan hal itu, Kepala BPPT Said Jenie menyatakan sudah melaporkan penemuan tersebut ke Departemen ESDM. Selain itu, pihaknya sudah memberikan tembusan yang ditindaklanjuti Pertamina dengan mengirimkan letter of intent kerja sama untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “Kami harap semua pihak terkait bisa cepat merespons temuan ini. Sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

BPPT juga telah menyiapkan satu kapal riset yang dilengkapi alat khusus seismik untuk meneliti lebih lanjut dan telah meminta kepada pemerintah untuk mengamankan daerah perairan barat Aceh tersebut. (owi/kim)

Feb
12
Feb
11

it’s my frist son

1.jpg

ojo guyu jo…. iki neng citycentre,doha, jo

21.jpg

niki neng B. Aceh

my-family.jpg

buat keluargaku di rumah

semoga tetap dalam naungan Illahi

poster-cinta.jpg

bersihkan hati mengharap ridho ilahi

my-office.jpgkantorku.jpg

niki kantor pusat mas

cikhen-cuka-beryani-cow.jpgmakanan-mesir.jpg

ini dia….

1. chiken cuka, paroda. chiken cuka, beryani cow.

2. hubus lahem mushrum (mesir punya) mangan 1 wareg tenan le

taufiq.jpgtemen2-syaiba-jawa-barat-men.jpg

lha..niki cahsowan & syaiba2 dari jawa barat, chi… hui

t1.jpgt2.jpg

dengan perangkat yang mumpuni terasa lebih menikmati

arah-kupu2.jpgshodaqoh.jpgmeminta2-anak-yatim.jpg

al-waqfu-3.jpgal-waqfu-2.jpg

Feb
11

Wahai saudaraku pendidik, menyayangi dan bersenda gurau dengan anak kecil termasuk bentuk kasih sayang dan kedalaman pemahaman seseorang dalam dien.

Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa sallam adalah sosok pemimpin manusia yang sangat bersikap lemah lembut terhadap anak-anak kecil. Seperti kita ketahui beliau pernah menggendong Hasan di atas pundaknya, Beliau pun mengajak tertawa, membuka mulut dan menciumnya, serta memperlihatkan dia sedang bermain, lari ke sana ke mari. Setelah itu Nabi Shallallahu’Alaihi wa sallam pun menangkapnya. Subhannallah…
Wahai saudaraku pendidik, tidakkah kita bercermin dari Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa sallam?
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan:
“Bahwasanya Rasulullah mencium Al-Hasan bin Ali kala itu Al-Aqra’ bin Habis At-Tamimi duduk di sisinya, Al-Aqra’ berkata: “Saya punya sepuluh orang anak namun tidak satu anakpun pernah saya cium!” Rasulullah menoleh kepadanya lalu berkata:
مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ
“Barangsiapa yang tidak menyayangi niscaya tidak akan disayang!”

‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha meriwayatkan:
“Datang seorang arab badui menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: “Apakah kalian mencium anak-anak? Adapun kami tidak mencium anak-anak! Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya:
“Sanggupkah kamu bila Allah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu!?”

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam juga bersenda gurau dengan menjulurkan lidah beliau kepada anak-anak. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwa ”Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya di depan Hasan bin Ali, lalu ketika Hasan melihat merah lidah beliau, ia segera mendekat kepada beliau” 3
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam selalu memberi motivasi kepada para orang tua dalam hal menyayangi anak-anak, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Anas, ”Bahwa suatu ketika ada seorang perempuan datang ke rumah ’Aisyah Radhiyallahu’Anha lalu ’Aisyah memberikan tiga butir kurma kepadanya. Lalu perempuan itu memberikan masing-masing anak sebutir kurma sehingga ia menyisakan sebutir kurma untuk dirinya. Lalu kedua anak itu masing-masing memakan kurmanya sambil memandang kepada ibunya. Kemudian ibunya mengambil kurma itu dan membelah mejadi dua lalu ia berikan kepada masing-masing anak separuhnya. Kemudian datanglah Nabi Shallallahu’Alaihi wa sallam, lalu beliau diceritakan ‘Aisyah Radhiyallahu’Anha. Setelah itu beliau bersabda:
”Sungguh apa yang dilakukan perempuan itu membuat kamu terpesona. Semoga Allah mengasihi dia karena kasih sayang dia kepada kedua anaknya yang masih kecil”4
Subhannallah…
Lalu kenapa ada ibu-ibu yang tega menyiksa anak-anak mereka, padahal Allah akan mengasihinya bila ia menyayangi anaknya?.
Bisa jadi dikarenakan mereka tidak mengetahui keutamaan dalam Islam untuk menyayangi anak kecil. Sungguh mereka telah merugi… Allahua’lam… [Bintu Nashrun]

1. Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (X/426), Muslim (2318), Abu Dawud (XIV/129), At-Tirmidzi (1911), Ahmad (II/228, 241, 269, 514), Ibnu Hibban (2236), Al-Baghawi dalam Syarah Sunnah (XIII/34), dari jalur Abu Salamah dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. At-Tirmidzi berkata: Hasan Shahih!
2 Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (X/426), Muslim ((2317), Ibnu Majah (II/390), Ahmad (VI/56-70), Al-Baghawi (XIII/34-35), dari jalur Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha.
3 Al Silsilah As Shahihah, hal.70
4 HR. Bukhari, di dalam kitab Adabul Mufrad, kitabul Walidat Rahimat I : 89

Referensi:
Bekal-bekal Menuju Pelaminan, ,At-Tibyan Solo

Tumbuh di bawah naungan Illahi, Doa dan Kiat Nabi Shalallahu’alahi wa sallaam mendidik anak Sejak dalam Sulbi Ayah dalam Kandungan Ibu hingga Dewasa, syaikh Jamal Abdul Rahman, Penerbit Media Hidayah

Feb
11

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja. Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG.
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.

Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya”(Shahih, Muttafaqun ‘alaihi).

Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh.

Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syari’at:

“Adapun ilmu syar’i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ‘ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar’i, ilmu Al-Qur’an dan as Sunnah”.

Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syari’at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara’ sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.

Faham Syari’at = CANTIK
Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ’alaihi Wa sallam bersabda:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)

Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

Wallahu ‘alam bisshowab (ummu Zahwa).
Maroji’:
297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Aal ath-Thahthawi.

Feb
11

Palembang – Sekitar 13 abad yang silam pernah berdiri sebuah kerajaan yang kemudian begitu masyhur, Sriwijaya. Tadi malam, sebuah klub sepakbola bernama Sriwijaya FC memenangi kompetisi ke-13 negeri ini.

Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan mariti  m di Palembang lahir kira-kira di abad ketujuh. Kerajaan yang dibangun sejumlah suku bangsa di Asia, seperti Tionghoa, India, dan Melayu, itu kemudian berjaya di nusantara.

Sementara itu Sriwijaya FC belum empat tahun berdiri di Palembang. Ia adalah penjelmaan klub Persijatim Solo FC yang di-take over oleh pemerintah Sumatra Selatan.

Sriwijaya yang dulu berjuang memanggul senjata dalam melakukan ekspansi, Sriwijaya yang sekarang bertarung di lapangan hijau untuk menguasai persepakbolaan Indonesia.

Percaya atau tidak, seperti kerajaan Sriwijaya, kebangkitan Sriwijaya FC juga diawali dengan menancapkan kukunya di bumi Siliwangi. Bedanya, dulu para laskar Sriwijaya menaklukan kerajaan Tarumanegara, kini mereka menghempaskan pasukan PSMS Medan 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tentu saja menyamakan Sriwijaya FC dengan kerajaan Sriwijaya terlalu berlebihan. Namun, melihat reaksi atau popularitasnya, bolehlah dihubung-hubungkan . Apalagi setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya pada abad ke-13, masyarakat Sumsel khususnya Palembang tidak mendapatkan ikon yang dapat dibanggakan di nusantara. Pernah Kramayudha Tiga Berlian menjadi wakil hebat Palembang dari dunia sepakbola di era 1980-an, sebelum klub tersebut hijrah ke Bekasi pada 1989 dan pada akhirnya bubar.

Popularitas Sriwijaya FC kini benar-benar menonjol. Ditukangi pelatih berkarakter low profile Rahmad Darmawan, klub berjulukan “Laskar Wong Kito” ini merengkuh dua gelar sekaligus di musim ini: Copa dan liga. Ini sebuah rekor karena baru mereka yang mencetak prestasi double winners.

Laskar Sriwijaya ini juga cukup unik karena seperti miniatur Indonesia. Di klub ini, selain bercongkol pemain asing, juga beberapa pemain yang berasal dari berbagai daerah di nusantara, seperti dari Papua, Sulawesi, Jawa, Sunda, Bengkulu, Medan, dan Palembang. Bahkan mungkin Sriwijaya FC satu-satunya klub yang diperkuat pemain berdarah India, yakni Wijay, walaupun lahir dan besar di Medan.

“Dulu, laskar Sriwijaya diperkirakan juga berasal dari berbagai suku bangsa di dunia, seperti Tionghoa , India , Melayu, dan negroit,” kata budayawan Palembang, Djohan Hanafiah.

Selain itu, Sriwijaya FC telah menjadi simbol baru kebangkitan sepakbola di pulau Sumatra, yang tidak lagi didominasi oleh klub atau tim dari Medan, Sumatra Utara.

Dampak lain dari prestasi Sriwijaya FC ini yakni terdongkraknya popularitas Syahrial Oesman sebagai gubernur Sumsel. Prestasi Sriwijaya FC membuat dia menjadi kandidat kuat calon gubernur periode 2008-2013. Benar atau tidak, prestasi Sriwijaya FC membuat lawan politik Syahrial Oesman menjadi iri. Beredarlah pesan SMS yang isinya soal rencana lawan politik Syahrial Oesman untuk menyogok wasit dalam pertandingan Sriwijaya FC versus Persija di semifinal.

“Saya membangun dan membina Sriwijaya FC merupakan keinginan rakyat Sumsel. Jadi, prestasi Sriwijaya FC merupakan milik rakyat Sumsel,” kata Syahrial Oesman.

Terlepas soal itu, keberhasilan Sriwijaya FC meraih dua gelar merupakan prestasi yang luar biasa. Bahkan, dapat dikatakan seperti mimpi di siang bolong.

Sayang, walaupun demikian mereka tidak mampu menjajal kekuatannya di level Asia lantaran Indonesia diberi sanksi AFC tak bisa mengikuti Liga Champions Asia musim ini. Tapi paling tidak Zah Rahan dkk telah membuktikan bahwa bumi Sriwijaya memiliki kekuatan besar di dunia sepakbola.
==

Keterangan: Penulis adalah wartawan detikcom, berdomisili di Palembang. Tulisan ini bersifat opini pribadi dan tidak mencerminkan opini redaksi.

Feb
11

Google akhirnya menghapus gambar Muhammad Aboutrika (Abu Turaikah) yang memperlihatkan T-Shirt nya bertuliskan “Sympathize with Ghaza” akibat tekanan Israel.

Israel ternyata tidak senang foto pemain sepakbola Mesir Muhammad Aboutrika (Abu Turaikah) yang memperlihatkan T-Shirt nya bertuliskan “Sympathize with Ghaza” beredar luas. Untuk itu rejim Zionis menekan Google-situs mesin pencari terpopuler saat ini-untuk menghapus gambar tersebut.

Surat kabar berbahasa Arab Al-Watan melaporkan, Google tak mampu menolak tekanan Zionis Israel dan akhirnya menghapus gambar Aboutreika yang mengenakan T-Shirt “Sympathize with Ghaza” dalam beberapa pose, dari mesin pencarinya.

Menurut Al-Watan, pencarian dengan menggunakan nama Aboutrika di Google memunculkan foto-foto pemain tim sepakbola Mesir itu, tapi tidak foto Aboutrika yang sedang menunjukkan kaos putihnya bertuliskan “Sympathize with Ghaza.” Padahal sebelumnya, foto-foto tersebut tampil di Google dengan berbagai pose.

Apa yang dilakukan Aboutrika saat bertanding melawan tim Sudan dalam Liga Afrika pekan kemarin memang telah membuat Israel berang. Rejim Zionis itu menuntut FIFA menjatuhkan sanksi berat pada Aboutrika karena dianggap sudah melanggar tata tertib pertandingan.

Setelah berhasil mencetak gol, Aboutrika mengangkat bagian depan seragam timnya dan terlihatlah tulisan di T-shirt putihnya “Sympathize with Ghaza.” Ia melakukan itu sebagai bentuk solidaritasnya terhadap warga Jalur Ghaza, Palestina yang sedang diblokade rejim Zionis Israel.